ku posting apa yang ingin ku posting

muhammad's posts with tag: tenggelam

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tenggelam
Posted by muhammad on Feb 25, '07 9:32 PM for everyone
Category:Other
Kronologi Tenggelamnya Levina:
*) Minggu (25/2/2007), sekitar pukul 12.00 WIB, empat kapal rombongan wartawan, KNKT dan Puslabfor berangkat meliput dan memeriksa kondisi kapal Levina yang sedang ditarik menuju tepi Pelabuhan.
*) Puslabfor adalah tim pertama yang naik ke Kapal Levina
*) Puslabfor menyatakan kondisi kapal aman dinaiki. Rombongan lain naik kapal sehingga ada sekitar 16 orang di dalam kapal
*) Sekitar pukul 13.00 WIB, KNKT mulai melakukan pemeriksaan pada bangkai kapal. Tapi tiba-tiba kapal miring.
*) 16 orang yang berada di atas kapal langsung berloncatan ke laut. Rata-rata tidak memakai pelampung. Sebab, Tim Puslabfor yang telah berada di atas kapal menginformasikan bahwa kapal dalam keadaan aman.
*) Ketika kapal mulai miring, mayoritas penumpang yang berada di lantai 3 langsung meloncat ke laut melalui jendela
*) Kapal sempat timbul tenggelam. Speedboat dari Polair datang menyelamatkan.
*) 1 orang wartawan Lativi meninggal. Seorang karyawan RCTI, karyawan KNKT bisa diselamatkan, 2 orang anggota Puslabfor dan seorang kameraman SCTV hilang dan belum ditemukan
Sumber: Data Lapangan


Bangkai KM Levina Tenggelam
*Satu Tewas, Tiga Hilang
JAKARTA - KM Levina kembali makan korban. Setelah puluhan nyawa mwlayang akibat terbakar, bangkai kapal yang sedang diinvestigasi oleh Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Puslabfor Mabes Polri di perairan Kepulauan Seribu, Minggu (25/2) sekitar pukul 13.30 WIB tenggelam. Kapal tiba-tiba miring dan cepat tenggelam saat para wartawan dan petugas berada di atasnya.
Akibat kejadian itu wartawan Lativi Suherman tewas, sedangkan wartawan SCTV Guntur dua petugas Puslabfor Polri belum ditemukan. Wartawan lain saat ini dirawat di Port Medical Center, Tanjung Priok.
Menurut petugas Instalasi Gawat Darurat RS Port Medical Center, di Jakarta, Herman sudah tidak sadar ketika dibawa ke rumah sakit, dan akhirnya meninggal karena diduga korban sempat tenggelam. Korban lainnya yang saat ini dirawat di rumah sakit tersebut juru kamera RCTI Bima Marzuki, dan seorang kru dari Lativi, dan satu orang anggota KNKT.
Hingga berita ini diturunkan tadi malam, seorang juru kamera SCTV Guntur dan dua anggota KNKT Sugeng Riyadi dan Widiantoro, serta dua petugas Puslabfor, belum ditemukan. Menurut informasi Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Letnan Kolonel (Laut) Hendra Pakan, kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, setelah para korban mulai menaiki bangkai kapal KMP Levina I sejak pukul 11.30 WIB.
Hendra menjelaskan, belum diketahui secara pasti penyebab KMP Levina I menjadi oleng dan tenggelam, padahal kondisi cuaca ketika itu cukup cerah namun pusaran airnya kuat. "Saya memperoleh informasi, umumnya wartawan tidak bersedia menggunakan pelampung, padahal prosedurnya harus menggunakan alat penyelamat tersebut," kata Hendra. Sementara anggota KNKT dan Polri yang menaiki KMP Levina I menggunakan pelampung.
Hendra menjelaskan, kejadian tenggelamnya Levina berlangsung sangat cepat. Petugas KNKT, Puslabfor, dan rombongan wartawan menjadi panik dan berloncatan ke laut untuk menyelamatkan diri. Hendra belum bisa menceritakan kronologi tenggelamnya kapal. Tapi kemungkinan besar kapal milik KPT Praga Jaya Sentosa itu sudah tenggelam di perairan Muara Gembong, Bekasi. "Saya baru terima informasi separuh-separuh dari teman yang di lapangan. Tapi kemungkinan kapalnya sudah tenggelam," jelasnya.
Sementara itu, ibunda Suherman, Ny Tuti (70 tahun) yang ditemui di Port Medical Center, Tanjung Priok, mengatakan Suherman pada tahun ini berencana melangsungkan pernikahan. Anak bungsu dari delapan bersaudara itu masih tinggal di rumah orang tuanya. Ny Tuti sendiri tidak terlalu mendapat firasat soal kepergian Suherman untuk selamanya. "Tadi pagi dia datang ke rumah sekitar pukul 09.00 WIB untuk sarapan, dan selanjutnya berangkat lagi untuk kerja," ungkapnya.
Menurut Panji, manajemen Lativi sedang membicarakan secara internal terkait asuransi dan berbagai bantuan yang diberikan kepada korban maupun keluarga.
Menhub Hatta Rajasa menegaskan, prosedur keamanan telah dilakukan sebelum tim dari Puslabfor dan KNKT serta wartawan berangkat menuju bangkai Kapal Levina. Caranya dengan memberikan pengarahan sebelum berangkat ke lokasi. "Diawali dengan briefing di markas Polair dan pembagian baju pelampung," kata Hatta dalam konferensi pers di Markas Polair Pondok Dayung, Jakarta Utara, Minggu (25/2).
SUDAH DIBRIEFING
Menurut Hatta, saat itu sekitar pukul 11.00 WIB, penyidik Labfor dan KNKT melakukan koordinasi di markas Polair. Beberapa wartawan yang hadir bermaksud ikut meliput ke atas bangkai KM Levina I. "Saat pemberian briefing diberitahu bahwa tempat-tempat berbahaya di kapal tidak boleh didatangi," ujar Hatta.
Hatta menambahkan, tim kemudian tiba di lokasi di perairan Muara Gembong sekitar pukul 12.00 WIB, dengan menggunakan kapal Polair. Dan sekitar pukul 13.30 WIB, kapal kemudian miring dan dalam hitungan menit bangkai Levina tenggelam.
Dijelaskan Hatta, yang ikut dalam rombongan adalah dari Puslabfor 10 orang, KNKT 4 orang. Sedang wartawan yang ikut serta dari RCTI 2 orang, ANTV 2 orang, SCTV 3 orang, Indosiar 2 orang, Metro TV 1 orang, Lativi 1 orang, dan Elshinta 1 orang. Akibat musibah ini, seorang kameramen Lativi, Suherman, meninggal dunia. Sedang 3 orang masih hilang yakni M Guntur wartawan SCTV, serta 2 anggota Puslabfor AKBP Langgeng Widodo dan Kompol Widyantoro.
Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara menegaskan, dalam olah TKP, siapa pun tidak boleh masuk. Tragedi tenggelamnya KM Levina yang menewaskan kameramen Lativi Suherman dan menyebabkan 3 orang luka-luka, dan 3 orang masih hilang, disebabkan karena kurang tegasnya petugas. "Bagi kami ini adalah pelajaran yang berharga dalam menghadapi masalah harus dengan tegas," kata Makbul dalam jumpa pers di Markas Polair Pondok Dayung, Jakarta Utara, Minggu (25/2).
Menurut Makbul, dalam ketentuan hanya petugas yang diperkenankan masuk ke TKP. Biasanya di TKP dikelilingi police line, untuk mencegah hilangnya barang bukti. "Kalau ada wartawan yang memasuki KM Levina, itu menjadi persoalan kami, karena ketentuannya tidak boleh dan persoalan juga bagi rekan wartawan," terang Makbul.
Dia menjelaskan, dalam memasuki tempat yang berbahaya harus dipatuhi bersama. Pada saat pemberangkatan juga sudah diadakan briefing dan diberitahu bahwa tempat-tempat berbahaya tidak boleh didatangi. (mly/jpnn/dtc)


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help